Friday, 12 December 2014

pelajaran berharga itu bernama GOSIP!!

jika amarah yang memuncak hadir karena kelalaian..lantas apakah saling menyalahkan dan membela diri pantas di perjuangkan????
..orang tua yang melihat anaknya terluka..darah menetes..dengan mimik muka menyeringai menahan perih dan air mata..semua rasa berkecamuk dalah hati..dengan celotehan yang polos penuh kejujuran mulailah satu persatu kejadian di ceritakan..hanya orang tua yang bodoh yang akan diam saja mendengar dan menyaksikan "malaikat kecil"nya merintih kesakitan karena pecahan beling yang mengenai jari-jari kecil tanpa alas kaki itu..
dalam benak timbul banyak pertanyaan...bagaimana bisa ada pecahan beling di tempat yang di rasa begitu aman..bagaimana bisa pecahan beling itu bisa mengenai jari-jari yang begitu mungil..dan bagaimana bisa mata yang memandang tak merasa iba saat melihat bekas tapak kaki yang merupakan tetesan darah dari jari-jari mungil itu..pasti saat menapakkan kakinya ada rasa sakit karena harus berjalan saat kaki terluka..tak hanya rasa sedih..iba..bahkan amarah pun ikut menyertai mana kala melihat bekas bercak darah di lantai..

ketika berbincang dengan sesama orangtua yang menunggui anak-anak di sekolah..seorang anak kecil menghampiriku..dengan sigap anak itu berkata.." bunda..deda kaki nya berdarah..kena beling..' aku langsung tersentak..bagaimana bisa beling melukai 'malaikat kecil' ku..sedang saat itu dia berada di dalam kelas..dan sedang belajar..tanpa pikir panjang aku pun langsung berlari ke lantai atas kelas 'malaikat kecil'ku berada..langkahku berhenti sesaat mana kala aku melihat ruang guru di penuhi teman-teman anakku..belumlah ku lihat lukanya..tampak bekas bercak darah menyerupai tapak kaki.."ya tuhan..anakku harus melangkah ke ruang guru yang tepat berada di samping kelasnya..bagaimana bisa kaki yang terluka itu di biarkan berjalan sendiri.." pertanyaan itu pun terlintas dalam benakku..

perlahan ku memasuki ruangan itu..tampak sosok "malaikat kecil' ku menatap..seakan berkata.."ga apa-apa bunda..abang baik-baik saja.."..aku pun duduk di samping bangku tempat anakku duduk..sambil bertanya..apa yang sudah terjadi..dengan polosnya dia bercerita.."aku kena beling di dalam kelas..tapi sudah di cabut belingnya sama temen.." ku tatap satu persatu pengajar yang berada di dalam ruangan itu..berharap akan mendapat penjelasan..pengajar pertama hanya duduk di bangku kerjanya..pengajar kedua sibuk mencari obat di kotak p3k dan pengajar ketiga membersihkan darah yang masih ada di jari-jari mungil anakku sambil mencari di mana luka yang mengeluarkan darah..bahkan bukan penjelasan yang aku dapatkan..tapi justru pertanyaan.."kenapa bisa ya kena beling..kok bisa ada beling di dalam kelas..??" apakah pertanyaan bodoh itu pantas di lontarkan pada orang tua murid..sedang jelas-jelas saat itu anakku sedang berada di dalam kelas..bagaimana bisa aku menjawab tentang keberadaan beling itu..apakah aku harus sama bodohnya dengan yang bertanya..mencari kembali beling itu dan bertanya.."wahai pecahan beling..bagaimana kau bisa berada di dalam kelas anakku dan melukai jari-jari mungilnya.."

entah karena menahan sakit atau takut.."malaikat kecil'ku merengek minta pulang..dan sekali lagi aku bertatap muka dengan pihak pengajar untuk berpamitan..namun tak ada satupun patah kata yang terlontar dari mereka tentang penjelasan.. atau permintaan maaf ..
sesampai di rumah dengan raut wajah sedih 'malaikat kecil"ku menceritakan kejadian di sekolah dengan ayahnya..dengan maksud untuk minta penjelasan dari pihak sekolah..sang ayah menghubungi pihak pengajar..dan amarah pun memuncak ketika tidak ada penjelasan yang bisa di pertanggung jawabkan..entah luka itu besar atau kecil bukanlah menjadi alasan dalam beradu argumen..tetapi rasa bertanggung jawab ketika kepercayaan yang telah di berikan yang di pertanyakan..beberapa jam berlalu..tiba-tiba terdengar bunyi sms masuk di hp ku..ku lihat sms dari salah satu pengajar..isi nya meminta maaf atas kejadian di sekolah juga rasa keberatan karena komplain melalui telp yang bernada marah-marah..dan aku pun membalas sms itu sekalian menjelaskan mengapa sang ayah bisa sangat memuncak amarahnya..tetapi ternyata sang pengajar tidak terima dan merasa tidak di hargai sebagai guru..dengan bahasa yang halus namun tegas..aku pun kembali membalas sms itu..dan alangkah terkejutnya aku..kembali sms ku berbalas..yang isinya pihak sekolah meminta ayah dan bunda datang ke sekolah.. aku pikir mereka benar-benar merasa bersalah karena telah lalai..namun ternyata alasan pasti nya mereka meminta kami datang hanya karena tidak mau ada gosip..

dari kejadian ini aku dapat mengambil pelajaran.1..setinggi apapun tingkat pendidikan jika tidak di imbangi dengan etika dan tata krama..maka gelar yang tertulis dalam sertifikat atau ijasah tidaklah ada nilai nya..2.usia tidaklah menjamin seseorang untuk bersikap dewasa dan bijaksana walau pun bergelar orang yang terhormat..3.kepercayaan..terkadang kepercayaan yang di berikan di sepelekan hingga menghancurkan kepercayaan tersebut..4.hak dan kewajiban..ketika meminta hak..apakah kewajiban itu sudah di laksanakan dengan baik..5.rasa tanggung jawab..entah apapun kejadian yang telah terjadi..tetapi selama masalah itu masih berada dalam genggaman maka harus di pertanggungjawabkan..sepahit apapun masalah itu..karena pelajaran hidup tidak di peroleh di bangku sekolah..tetapi dari kesalahan dan pengalaman..


Friday, 31 October 2014

pelangi di kegelapan malam ( all about "danke" )

pandangan ku hanya tertuju pada luasnya langit di kegelapan malam..seakan hanya lautan yang dapat menemuinya..tak tampak binar bintang yang biasa menghujani nya..sesaat angin yang menerpa tubuh ini seakan berbelok arah..ku alihkan pandangan pada sosok yang dengan sengaja berbaring di sampingku..dialah pelangi malam ku..sejak kehadirannya hidup ini terasa indah..
kala mata terpejam dia kan datang dengan sejuta untaian kata pujangga yang membuat mimpi malam semakin panjang..dan kan membawa keceriaan kala mentari mulai mengintip dari balik jendela..takkan ku bertanya dari mana dia hadir..karena satu pertanyaan kan membawa beribu tanda tanya yang hanya kan membuat gundah hati..dengan dia mampu membuat ku tersenyum..itu sudah cukup..itulah yang aku pikirkan dalam benak kala itu..

dengan berjalannya waktu  tak ku sangka..kehadirannya ternyata bukanlah untuk meluluhkan hati..tapi tuk mengobati hati yang hampir hancur karena luka yang tak kunjung sembuh..dia datang bukan tuk aku seorang..tapi untuk beberapa hati..seperti peri cinta..yang hanya mempunyai tugas menyatukan dua hati..mengobati hati yang terluka bahkan meredam emosi yang kan menghadirkan kelukaan..hingga tak hanya aku hati yang di tuju..


bagi nya aku hanyalah anak itik yang tersesat dan tak dapat menemukan jalan pulang..dengan tertatih sang itik merima uluran tangan "peri cinta"..hingga waktulah yang berperan dalam kehadiran cinta di hati..sesaat "peri cinta" melupakan tugasnya..dan terlena dalam buaian kemesraan..hati ini yang seharusnya di "obati" tuk di kembalikan kepada pemiliknya justru di "tahan"

Hembusan angin kala di angkasa membuyarkan angan.."peri cinta" memberi mimpi yang menyisakan keindahan..genggaman nya buat ku tak ingin melepasnya..




To be continue..
(Diary to diary)

Wednesday, 29 October 2014

all about "danke"

arti dari kata itu adalah terimakasih..di ambil dari bahasa jerman.."danke.." designation strange but easy to remember ..


tampak sosok di kejauhan dalam bayang..diantara persimpangan jalan..tersirat segala rasa dalam pandangan..tertunduk dengan airmata yang berlinang..tampak bimbang tak tahu arah mana tuk di lalui..bagai anak itik yang kehilangan induknya..hanya meraba dalam kabut malam..mencari jalan yang terang..tiada satu pun uluran tangan dari banyaknya mata yang memandang..hingga kala nafas seakan berhenti..terasa kehangatan jemari menggenggam..merangkul..seraya terdengar suara dalam sayup.."aku ada di sini..tuk engkau.." sejenak hati terdiam..mata berbinar yang membawa kesejukan..bibir yang kelu tak dapat berkata..
"'akankah kau akan selalu ada..menemani..melindungi.."saat ini mungkin hanya "anak itik" yang di temukan..bagaimana jika di persimpangan jalan itu 'angsa putih" yang terperangkap dalam kegelapan..akankan " itik" masih di pertahankan untuk "angsa"..sejuta pertanyaan melintas dalam benak..sejuta rasa berkecamuk dalam hati..
sosok malaikat penolong yang datang itu seakan tanpa bentuk..hanya bayang yang tampak..tak dapat di tebak isi ruang hatinya..seakan berada dalam jurang tak berujung..namun seiring kedatangannya mentari seakan enggan bergeser dari peraduan tuk bergantian dengan bulan..dan kala getaran cinta mulai terasa..semakin terdengar celoteh yang tertuju bak anak panah yang setiap saat siap di lepaskan dari busur..akankah anak panah itu kan menggoreskan luka..atau bahkan menusuk perlahan..hanya waktu yang dapat menjawab..





                                                                                                            .......story continued .....
*diary to diary

Friday, 3 October 2014

my phantom..where are you..

tahukah kau..tak jenuh bait kata itu terangkai hanya untuk mu..
tahukah kau..tak letih jemari ini menulis lembar kosong itu..
tahukah kau..tak henti airmata ini menetes menunggu balasan yang tak kunjung datang..
dan tahukah kau..luka hati ini semakin menganga karena kau ada namun tidak menghampiri..

bagai tersesat dalam hutan belantara kala kau menghilang tanpa jejak..seakan kau sengaja melepasku diantara jalan setapak yang sulit di lalui..tak dengarkah kau..aku berteriak menyerukan namamu..berusaha menggapai tiap ranting tuk mencari jejakmu..ku berjalan walau langkah ini tak jua sampai padamu..aku bagai anak ayam yang kehilangan induknya..yang sengaja di tinggalkan..mengapa..mengapa hati mu bisa melakukannya..

aku bagai penderita amnesia yang berusaha mengingat sosok yang selalu memberi kehangatan kala dinginnya malam menusuk sukma..mencari dan terus mencari..karena aku tahu kau ada dan melihatku..namun tak tampak dalam pandanganku..

aku belumlah kuat untuk berdiri sendiri..belumlah siap tuk menghadapi kejamnya dunia..belumlah mendapatkan penawar untuk sakit di masa lalu..dan kau berlalu tanpa memberiku kekuatan..ingin rasanya aku marah..memaki..bahkan memukulmu..namun sebelum ku lakukan itu semua..justru kau yang terlebih dahulu menghunuskan pedang dari arah yang tidak aku ketahui..

tanpa batasan waktu aku menunggu..walau aku tak tahu dimana keberadaanmu..kau bagai bayang dalam kabut malam..

kesabaran ku akan selalu ada dalam penantian ini..tiap huruf yang tersirat menjadi rangkaian kata kan selalu ku kirimkan untukmu..lembaran kertas itu kan tertuju padamu..walau tanpa alamat dan tujuan..namun kekuatan cinta yang kan membawanya padamu..

dan untukmu yang ada di belahan dunia yang tak tampak olehku..jika Tuhan punya cara hingga kita bertemu..maka aku yakin Tuhan pun telah menyiapkan penawar kesedihan kala perpisahan itu penuh luka yang mendalam..

Saturday, 24 May 2014

sepenggal kisah..

kala lembaran kisah telah sampai pada akhir cerita..mengapa harus ada bagian yang hilang..kisah ini seharusnya berakhir dengan canda tawa kebahagiaan..namun badai telah menghempas tiap untaian kata-kata dalam kisah..tak mungkin mengganti kisah yang telah terjadi berdasarkan skenario Tuhan..
ketidaktahuan akan datangnya kesedihan begitu mengejutkan..perjalanan kisah ini seharusnya tanpa tetesan air mata..tanpa ucapan selamat malam yang hanya kan membiarkan malam berbaur dalam kegelapan tanpa bayang..penantian panjang akan kehadiran mentari membuat jiwa semakin terasa lelah..
kisah ini kan hadir jauh dari kata kesempurnaan..tanpa adanya kecupan kemesraan..bahkan tanpa senyuman kebahagiaan..
tiap lembar menyimpan kisah dengan berjuta makna..dan takkan ada arti nya semua cerita jika sepenggal kata hilang entah kemana..

Friday, 25 April 2014

satu harapan dalam berjuta angan....

tatapan itu masih terbayang dalam ingatan..
tatapan itu masih meninggalkan luka yang mendalam..
tatapan itu pun masih menyisakan kehangatan yang tak sempat tersampaikan..
kala mata terpejam..seketika semua angan buyar dalam kegelapan meninggalkan bayang tanpa pemiliknya..

    
     Dalam penantian yang teramat panjang..hari yang selama ini di nanti telah datang sesuai perputaran waktu..kesedihan dalam penantian menghitung detik..menit..jam..bahkan hari pun telah berakhir..lelah pun takkan terasa kala di kejauhan telah tampak bayang sang pujaan.. langkah kaki seakan berlomba dengan detak jantung karena ingin segera menghampirinya..tampak mata yang berbinar menunjukkan kebahagiaan..pipi yang merona dengan wajah tertunduk malu..dan waktu seolah berhenti seketika kala jemari itu menyentuh wajah seraya ingin mengatakan "cinta telah datang..semua kan baik-baik saja..tersenyumlah dan raih kebahagiaan bersama.."
     Meyakini hati bahwa kebahagiaan ini tanpa akhir..takkan ada lagi kesedihan kala rindu menghampiri..bahkan saat kecurigaan meracuni hati..menghadirkan awan gelap yang telah siap menyelimuti hari-hari dalam kesendirian..keberanian tuk memecahkan cermin kegalauan hati pun semakin kuat kala melihat senyuman itu..
      Dinginnya malam yang membekukan jiwa takkan terasa menusuk saat belahan jiwa setia menemani memberikan kehangatan cintanya..bersendau gurau dalam keremangan cahaya bulan...menghitung bintang yang bertaburan..sesekali terdengar suara canda yang menghadirkan senyuman..
     Namun belumlah puas hati menikmati kebahagiaan itu..badaipun menerjang dengan dahsyatnya..menghempaskan senyum kebahagiaan tanpa meninggalkan bekas yang indah..airmata yang selama ini tertahan pun tak terasa membasahi pipi..ingin rasanya berlari mengejar cinta dan kembali menggenggam jemari dengan erat hingga tak dapat terpisahkan lagi..namun semua sia-sia..kaki ini sekan berhenti melangkah..saat tampak bayang pujaan hati perlahan hilang di kejauhan..tak terlihat jejak kaki tuk di telusuri..bagai hilang di telan bumi..
     Takkan meminta waktu kembali berputar..hanya dapat menguatkan hati..andai..andai..kata-kata itu yang selalu hadir dalam harapan..andai hari itu kembali datang..andai ada kesempatan menikmati kebahagiaan bersama lebih lama..hanya satu yang di ingini..cukup hanya satu cinta dalam hati..

Monday, 6 January 2014

Platonic Wild





Truly..i miss the man
Who communed whole night..
the man angered my 'phantom'
the man really 'dear' to me
I miss him as I can't see.

Truly I miss my beb..
whom I flown to the beach..
Hugged him virtually to beseach
Constant time for me..
Say a loving 'good-night..
I miss him, miss his delight.

Truly I miss my chui mui..
Who treats me like child..
who makes me 'princess'..
And makes me platonic wild...!
I miss my 'beloved'
I miss him all the while.

But where he's gone..?
He is in my heart,
I can't ever keep him apart;
Virtual may it be, but
I ever cherish it 'true' to be.