pandangan ku hanya tertuju pada luasnya langit di kegelapan malam..seakan hanya lautan yang dapat menemuinya..tak tampak binar bintang yang biasa menghujani nya..sesaat angin yang menerpa tubuh ini seakan berbelok arah..ku alihkan pandangan pada sosok yang dengan sengaja berbaring di sampingku..dialah pelangi malam ku..sejak kehadirannya hidup ini terasa indah..
kala mata terpejam dia kan datang dengan sejuta untaian kata pujangga yang membuat mimpi malam semakin panjang..dan kan membawa keceriaan kala mentari mulai mengintip dari balik jendela..takkan ku bertanya dari mana dia hadir..karena satu pertanyaan kan membawa beribu tanda tanya yang hanya kan membuat gundah hati..dengan dia mampu membuat ku tersenyum..itu sudah cukup..itulah yang aku pikirkan dalam benak kala itu..
dengan berjalannya waktu tak ku sangka..kehadirannya ternyata bukanlah untuk meluluhkan hati..tapi tuk mengobati hati yang hampir hancur karena luka yang tak kunjung sembuh..dia datang bukan tuk aku seorang..tapi untuk beberapa hati..seperti peri cinta..yang hanya mempunyai tugas menyatukan dua hati..mengobati hati yang terluka bahkan meredam emosi yang kan menghadirkan kelukaan..hingga tak hanya aku hati yang di tuju..
bagi nya aku hanyalah anak itik yang tersesat dan tak dapat menemukan jalan pulang..dengan tertatih sang itik merima uluran tangan "peri cinta"..hingga waktulah yang berperan dalam kehadiran cinta di hati..sesaat "peri cinta" melupakan tugasnya..dan terlena dalam buaian kemesraan..hati ini yang seharusnya di "obati" tuk di kembalikan kepada pemiliknya justru di "tahan"
Hembusan angin kala di angkasa membuyarkan angan.."peri cinta" memberi mimpi yang menyisakan keindahan..genggaman nya buat ku tak ingin melepasnya..
To be continue..
(Diary to diary)
No comments:
Post a Comment