dunia ini begitu luas seakan tanpa ujung dan tepian...
tak mudah menggapai apa yang di impikan..
ketika mimpi itu sudah dalam tangan..tak mungkin di genggam..
tak cukuplah keberanian untuk melawan angkara dalam hati..
kekecewaan yang kan terasa pilu..
menggenggam erat..maka kan hancur bak serpihan kaca..
membiarkannya..kan terbang bagai debu tertiup angin..
ketika langkah sudah sampai batas lelah..
menitikkan airmata adalah pilihan yang tak dapat terelakkan...
menatap mimpi itu perlahan berlalu begitu menggoreskan perih..
mengejarnya pun seakan ingin menyatukan magnet yang berlawanan..
terpaku dalam keheningan..membayangkan keindahan dan biarkan waktu yang bekerja..
biar waktu menjadi obat yang paling mujarab tuk melangkah ke depan..
takkan hiraukan lagi jarak yang ada..
takkan perdebatkan perbedaan waktu..
takkan membiarkan angan hanya menjadi bayang..
biarkanlah ruang tanpa batas ini menjadi jendela antara hati yang berbeda..
biarkanlah dunia ini menjadi jembatan sementara..
tuk mewujudkan kehidupan yang abadi dalam istana indah tanpa merasakan luka..
tak mudah menggapai apa yang di impikan..
ketika mimpi itu sudah dalam tangan..tak mungkin di genggam..
tak cukuplah keberanian untuk melawan angkara dalam hati..
kekecewaan yang kan terasa pilu..
menggenggam erat..maka kan hancur bak serpihan kaca..
membiarkannya..kan terbang bagai debu tertiup angin..
ketika langkah sudah sampai batas lelah..
menitikkan airmata adalah pilihan yang tak dapat terelakkan...
menatap mimpi itu perlahan berlalu begitu menggoreskan perih..
mengejarnya pun seakan ingin menyatukan magnet yang berlawanan..
terpaku dalam keheningan..membayangkan keindahan dan biarkan waktu yang bekerja..
biar waktu menjadi obat yang paling mujarab tuk melangkah ke depan..
takkan hiraukan lagi jarak yang ada..
takkan perdebatkan perbedaan waktu..
takkan membiarkan angan hanya menjadi bayang..
biarkanlah ruang tanpa batas ini menjadi jendela antara hati yang berbeda..
biarkanlah dunia ini menjadi jembatan sementara..
tuk mewujudkan kehidupan yang abadi dalam istana indah tanpa merasakan luka..
"Jendela dunia"
ReplyDeleteBeautifully written...Loved it at the core......the conclusion lies at your own words....
" Let time be the most efficacious drug in moving forward...
Let this world be a temporary bridge ..
Realize that the eternal life is a beautiful place without feeling the wound ." ( I would like to add.....without any sense of dualities....without any pleasure or pain....without any sense of possession...The Real Being. )
And when this is reached (not just words)...we all know the sole purpose of this human-life .....the Blissfull Love that pervades any barrier.
when the "phantom" change be prince mask..i'll let my window open..to bring the beautiful dream be come true..
ReplyDeletelet all in GOD planning..