Tuesday, 31 December 2013

kau..malaikat kecil

"detik dalam tahun yang di lalui seakan tiada arti..semakin kuat kaki melangkah semakin jauh dari tujuan..
ketidaksempurnaan begitu tampak jelas di pandangan..kesetiaan pun tak lagi berarti..
satu patahan hati membuat rapuh yang tersisa..bagai di hempas badai yang datang bertubi-tubi..
arti dan makna kehidupan perlahan terkikis..cinta yang terjaga perlahan memudar..
pandangan pun bagai bayang..dalam kabut malam..
andai ini pun tak lagi menguatkan mimpi..berhamburan bagai debu tertiup angin.."

Gemuruh kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah malaikat kecil yang berlari kecil dengan riang..tak tampak penat dalam pandang..begitu lepas pikiran..tak ada keresahan akan hari esok..saat sosok itu ku pandangi teringat akan betapa peliknya kehidupan mu sebelumnya..namun tak tampak di rasakannya penderitaan itu..ketika "rahasia" tak lagi dapat terjaga..begitu banyak pikiran singgah..akankah dapat kau rasakan kebahagiaan itu lagi saat semua mata memandang mu penuh hina..akankah ada tangan hangat yang kan merangkulmu..menjagamu..jika peri mimpi mu tak lagi dapat mendampingimu..

ketika Tuhan memberikan kepercayaan yang teramat besar..haruskah semua itu di "rahasiakan".. kebahagiaan itu membuat  melupakan siapa kau sebenarnya..dari mana kau hadir..siapa pemilikmu..apakah kau di ingini oleh manusia yang sering di sebut "ayah..ibu"..ketika itu apakah ada perjanjian akan kehadiranmu..jika Tuhan saja menghadirkan mu tanpa perjanjian..lantas mengapa manusia yang di sebut "ayah..ibu" itu harus membuat perjanjian atas kehadiranmu..layakkah mereka di sebut "ayah..ibu"

hati ku begitu teriris saat kau tak di ingini..di abaikan..sedang kau hadir tuk membawa kebahagiaan..tak pantas rasanya merenggut "hak" mu sebagai anugrah Tuhan.."hak" untuk memiliki "ayah..ibu" yang menginginkan mu dengan penuh cinta kasih..jika ternyata kehadiranmu hanya di ingini oleh sepihak saja..

wahai kau manusia yang selalu membanggakan sebutan untukmu sebagai "ayah.." tak ingatkah ketika cintamu berlabuh pada wanita yang kau cintai..menyatukan cinta merasakan kebahagiaan ketika cinta bersemi di hati..apakah dengan cintamu ada perjanjian..apakah dalam cintamu ada "rahasia" akan kehadiran..dan untuk mu pula yang begitu membanggakan sebutan "ibu.."..tak ingatkah kau betapa berat ujian yang harus kau pikul sendirian ketika malaikat kecilmu menyatu dalam diri mu..kau dan dia adalah satu..dapatkah kau memungkiri kehadirannya..kau mampu melangkah sendirian..kau kuat dan tangguh..akankah kau biarkan malaikat kecilmu merasakan perihnya kehidupan akibat dari perjanjian itu..

jika kewajiban itu begitu memberatkan maka janganlah kau biarkan malaikat kecilmu menjadi imbas dari tuntutan itu..tahukah kau..tak di akui keberadaannya sudah cukup menyakitinya..apakah kau masih sanggup melihat airmata menetes dari mata indahnya..
jarak yang ada bukan halangan tuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan angan..darah lebih kental dari cairan apapun..lantas apakah keabsahan di perlukan sebagai pembuktian..hak dan kewajiban  tak memerlukan tuntutan namun kesadaran..tak teririskah hati manakala kesedihan menerpa buah hati yang sedang tumbuh dengan bahagia tanpa dia mengetahui untuk alasan apa dia hadir di dunia..

"jika masa lalu itu begitu memilukan..biarkanlah "ia" terkubur dengan keikhlasan..jangan biarkan angkara murka menghadirkan dendam..biarkan cinta itu tumbuh..namun bukan tuk masa lalu..melainkan tuk masa depan..jangan biarkan langkah itu berhenti di pertengahan jalan dan menyisahkan sepenggal cerita memilukan..lanjutkan hingga akhir cerita yang membahagiakan..mungkin kau hanyalah wanita kesekian dalam kehidupannya..namun bagi malaikat kecilmu..kau adalah wanita pertama yang ada di hatinya..jangan lagi kau hadirkan "puisi hati " yang memilukan.."


Wednesday, 25 December 2013

Jendela dunia

dunia ini begitu luas seakan tanpa ujung dan tepian...
tak mudah menggapai apa yang di impikan..
ketika mimpi itu sudah dalam tangan..tak mungkin di genggam..
tak cukuplah keberanian untuk melawan angkara dalam hati..
kekecewaan yang kan terasa pilu..

menggenggam erat..maka kan hancur bak serpihan kaca..
membiarkannya..kan terbang bagai debu tertiup angin..
ketika langkah sudah sampai batas lelah..
menitikkan airmata adalah pilihan yang tak dapat terelakkan...

menatap mimpi itu perlahan berlalu begitu menggoreskan perih..
mengejarnya pun seakan ingin menyatukan magnet yang berlawanan..
terpaku dalam keheningan..membayangkan keindahan dan biarkan waktu yang bekerja..
biar waktu menjadi obat yang paling mujarab tuk melangkah ke depan..

takkan hiraukan lagi jarak yang ada..
takkan perdebatkan perbedaan waktu..
takkan membiarkan angan hanya menjadi bayang..

biarkanlah ruang tanpa batas ini menjadi jendela antara hati yang berbeda..
biarkanlah dunia ini menjadi jembatan sementara..
tuk mewujudkan kehidupan yang abadi dalam istana indah tanpa merasakan luka..